Saturday, May 3, 2014

Puisi Sang Matahari.


Duhai Sang Matahari yang bercahaya merah, 
Setiap hadirmu, adakah kau yang terlalu segera atau akukah yang terleka. 

Wahai Sang Matahari yang besar, 
Seingatku, engkau tidak pernah lambat dan cepat. 
Bisa saja aku yang cepat melatah...
menyanggah bermonolog bercerita tentangmu agar kau sedari dan berpaling padaku. 
Bisa saja kerdipan mataku, tertutup lama lebih dari biasa. 

Memang sejak azali, kau tidak akan menunggu sesiapa. 
Hatta sang merpati putih yang selalu saja awal terjaga, 
dari pembaringannya di atas sangkarnya yang mesra,
Barangkali terjaga karna cahayamu menyilaukan matanya. 
Tiada siapa tahu. 
Aku tidak pernah bertanya pada sang putih. 

Awal sahaja kau. 
Lambat biasanya ku. 
Sehingga akhirpun, kau tidak akan pernah menungguku. 
Selamat tinggal. 

Mafraq Jordan. 
9.30 malam. 
2/5/2014.

No comments: